Inilah Kenapa Sholat Baik Untuk Ibu Hamil & Berbahaya Bagi Wanita Haid? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

SHALAT adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam islam, ibadah yang kelak di akhirat dihisab pertama kali. Ibadah yang merupakan dzikir paling besar dan kebutuhan umat Islam terhadap Robbnya. Istirahat ternikmat dalam hidup.

Kewajiban yang berwujud kebutuhan ini sangat penting bagi manusia. Karena dengannya kita senantiasa mengingat-Nya dan berdoa kepada-Nya. Belum lagi, baru-baru ini ditemukan hikmah dan manfaat yang banyak sekali dari gerakan shalat untuk kesehatan tubuh manusia. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas tentang manfaat shalat untuk ibu hamil dan mengapa wanita haid tidak boleh atau diharamkan shalat dan shaum? Ini dia jawaban menurut medis.

Sejumlah studi medis modern membuktikan bahwa gerak badan dan olah raga seperti shalat banyak memberikan manfaat bagi ibu hamil. Namun justru gerak seperti ini berbahaya bagi wanita haid. Mengapa bisa begitu?

Pada saat wanita melaksanakan shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alamiah akan meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan sel-sel rahim dan indung telur seperti sel-sel limpa yang menyedot banyak darah.

Begitu juga saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Jika seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitasnya ini akan membantunya mengantarkan darah yang melimpah ke janin.

Sementara wanita yang haid, jika menunaikan shalat, akan menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia akan kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid.

Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Jika wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di tubuhnya akan hancur. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun akan hilang terbawa bersama darah haid.

Mengalirnya darah secara umum akan meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid agar menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit.

Jika seorang wanita shalat saat haid, maka ia akan kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti akan kehilangan sel darah putih. Jika ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak akan terserang penyakit.

Mungkin inilah hikmah besar di balik larangan syariat agar wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga ia suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan,

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (Al-Baqarah: 222).

Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan akan hilang percuma. Lebih dari itu, jika wanita haid shalat maka akan menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.

Najwa Ibrahim as-Sa’id ‘Ajlan, dokter spesialis masalah wanita dan persalinan di Pusat Kedokteran Riyadh, mengatakan bahwa wanita yang berada dalam masa kehamilan dan persalinan, bila ia melakukan gerakan shalat dengan benar, maka hal itu dapat membantu sirkulasi darah dalam tubuhnya.

Shalat yang dilakukan secara sempurna dapat meminimalisir terjadinya pemekaran pembuluh darah di daerah betis, yang biasanya terjadi pada sebagian wanita pascamelahirkan.

Begitu juga dengan larangan shaum pada saat haidh. Para medis menganjurkan agar ketika dalam keadaan haid, wanita banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ini sejalan dengan larangan untuk shaum, karena menurut medis agar darah dan logam seperti magnesium dan zat besi dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma.

Dari Abu Said Al-Hudri, Rasulullah SAW bersabda: ”…Bukankah jika (seorang wanita) haid ia tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda,”Kami diperintahkan untuk mengqadla puasa dan tidak mengqadla shalat.”

Betapa banyak tanda-tanda yang Allah SWT berikan kepada umat manusia supaya berpikir. Allah SWT yang begitu penyayangnya terhadap manusia, sehingga segala hal yang Ia perintahkan dan Ia larang pasti ada hikmah di balik semuanya. Maka apalagi yang kita tunggu dan pertimbangkan untuk segera menaati segala aturan yang telah ditentukan oleh-Nya. Wallahu a’lam.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber

Manakah Yang Lebih Utama, Menafkahi Isteri Atau Kedua Orang Tua?

Suami memiliki kewajiban nafkah kepada Isteri dan anak-anaknya. Ia juga berkewajiban menafkahi orang tuanya jika keduanya miskin (tidak punya harta dan pekerjaan yang mencukupi kebutuhannya). Jadi manakah yang lebih utama, menafkahkan Isteri atau kedua orang tua?

Ibnul Mundzir berkata: “Para ulama sepakat, menafkahi kedua orang tua yang miskin yang tidak punya pekerjaan dan tidak punya harta merupakan kewajiban yang ada dalam harta anak, baik kedua orang tua itu muslim atau kafir, baik anak itu laki-laki atau perempuan.”

Beliau mendasarkannya kepada firman Allah Ta’ala,

“Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15) diantaranya melalui nafkah dan pemberian yang membuat mereka senang.

Jika Ia mampu menafkahi semuanya secara keseluruhan maka Ia wajib melakukannya. Jika tidak mampu karena hartanya sedikit atau penghasilannya tidak mencukup, maka Ia wajib mendahulukan nafkah Isteri dan anak-anaknya atas selain mereka.

Memang benar tidak ditemukan keterangan dalam Al-Qur’an agar mendahulukan Isteri atas lainnya dalam urusan nafkah. Namun, kita temukan dalam Sunnah Nabawiyah petunjuknya.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Mulailah bershadaqah dengannya untuk dirimu sendiri. Jika masih ada sisanya, maka untuk keluargamu. Jika masih ada sisanya, maka untuk kerabatmu. Dan jika masih ada sisanya, maka untuk orang-orang di sekitarmu.” (HR. Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّدَقَةِ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدِي دِينَارٌ فَقَالَ تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى زَوْجَتِكَ أَوْ قَالَ زَوْجِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ قَالَ عِنْدِي آخَرُ قَالَ أَنْتَ أَبْصَرُ

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan bersedekah. Lalu ada seseorang yang berkata, “Wahai Rasulullah, aku punya dinar.” BelIau bersabda, “Sedekahkanlah untuk dirimu.” Ia berkata, “Aku masih punya yang lain.” BelIau bersabda, “Sedekahkanlah untuk Isterimu.” Ia berkata, “Aku masih punya yang lain.” BelIau bersabda, “Sedekahkanlah untuk orang tuamu.” Ia berkata, “Aku masih punya yang lain.” BelIau bersabda, “Sedekahkanlah untuk pembantumu.” Ia berkata, “Aku masih punya yang lain.” BelIau bersabda, “Kamu lebih tahu”.” (HR. Abu Dawud dan Al-Nasai, ini lafadz Abu Dawud. Dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 895)

Al-Muhallab berkata, “Nafkah kepada keluarga adalah wajib berdasarkan ijma’. Sesungguhnya Syari’ (Allah) menyebutnya sedekah karena takut mereka menduga bahwa menunaikan kewajiban ini tidak ada pahala di dalamnya. Padahal mereka telah tahu, ada pahala dalam sedekah. Lalu Allah memberitahu mereka bahwa nafkah itu menjadi sedekah mereka sehingga mereka tidak mengeluarkannya kepada selain keluarganya kecuali setelah mencukupkan kebutuhan mereka. Ini sebagai dorongan untuk mereka agar memberikan sedekah yang wajib sebelum sedekah sunnah.” (Dinukil dari Fathul Baari: 9/623)

Imam Nawawi berkata: apabila ada beberapa orang yang sangat membutuhkan uluran tangan dari orang yang wajib dinafkahi oleh seseorang, maka Ia lihat; jika cukup hartanya atau penghasilannya untuk menafkahi mereka semua maka Ia wajib menafkahi mereka semuanya yang dekat maupun yang jauh. Jika tidak tersisa setelah kebutuhan pribadinya kecuali untuk satu orang, Ia utamakan nafkah Isterinya atas kerabat-kerabatnya. . . karena kewajiban menafkahinya lebih ditekankan. Sebab, menafkahi Isteri terus berlaku baginya sepanjang masa dan dalam kondisi pailit.” (Raudhah al-Thalibin: 9/93)

Baca juga: Bagaimana Taubat Yang Lengkap Itu? Berikut Penjelasannya

Al-Mardawi dalam al-inshaf (9/392), menyebutkan pendapat yang shahih dari madhab Hambali kewajiban menafkahi kedua orang tua apabila masih ada kelebihan untuk dirinya dan Isterinya.

Al-Syaukani berkata: Sesungguhnya telah tegak ijma’ atas wajibnya menafkahi Isteri, lalu apabila masih ada sisa maka diberikan kepada kerabat dekatnya.” (Nailul Authar: 6/381)

Ringkasnya, tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama untuk mendahulukan Isteri dalam nafkah atas orang tua. Maka bagi seorang suami (kepala keluarga) agar mencukupkan nafkah kepada Isteri dan anak-anaknya dengan baik. Jika masih ada kelebihan, maka wajib atasnya untuk memberikan nafkah untuk kedua orang tuanya. Wallahu A’lam

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber

Inilah 5 Hal Yang Bikin Hidup Lebih Bermanfaat

Sudah menjadi bagian dari sunnatullah, hidup ini fluktuatif. Kadang naik, kadang turun. Dalam bahasa iman disebut yazidu wayanqush (bertambah dan berkurang). Bertambah dengan ketaatan yang kita lakukan dan berkurang dengan maksiat yang kita lakukan.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan kita konsep istiqomah, sehingga tidak terlalu jatuh kala turun dan tidak terlalu melejit kala bersemangat. Semua dilakukan semampu diri secara terus menerus sepanjang hayat.

Lantas apa saja yang harus kita lakukan secara istiqomah agar hidup kita lebih ‘hidup’, sehingga waktu dan hari-hari yang kita lalui benar-benar mendatangkan manfaat dan hasil yang positif?

Pertama, Sholat Lima Waktu

Ini tidak bisa tidak, mutlak alias tidak ada kompromi. Mau dalam keadaan sakit, dalam perjalanan atau kesibukan sekalipun, sholat harus dilaksanakan. Kenapa seperti itu ya, kok kesannya kejem amat, gak ada kompromi.

Sadarilah bahwa Allah tidak mewajibkan, kecuali hal itu mendatangkan kebaikan bagi hidup kita sendiri. Mengenai sholat ini ada ilustrasi menarik yang disampaikan Rasulullah.

Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?”

Mereka menjawab, “Tidak ada!” Rasulullah bersabda, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengannya Allah menghapus semua kesalahan.” (HR Bukhari Muslim).

Bisa dibayangkan, bagaimana kalau dalam sehari-semalam badan kita bersih, wangi dan sehat? Bukankah kita akan memiliki kepercayaan diri tinggi?

Demikianlah kalau sholat kita laksanakan setiap hari, tanpa bolong-bolong. Kita akan memiliki perencanaan waktu yang baik, tradisi yang positif, dan insya Allah pikiran gak neko-neko, ingin melakukan hal-hal yang justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kedua, Membaca Al-Qur’an

Pekerjaan ini (membaca Al-Qur’an) sepintas sederhana, tetapi tanpa kesungguhan hati, amal yang sederhana ini tidak akan mampu dilakukan dengan baik loh. Padahal, membaca Al-Qur’an akan menghindarkan diri kita dari kejahilan dan kelak di hari akhir mendapat syafaat dari Al-Qur’an.

Kalau kita mau membaca sejarah kejayaan umat Islam, anak-anak umur 10 tahun itu sudah banyak yang hafal Al-Qur’an. Dan, hidup mereka luar biasa. Tidak saja survive secara pribadi, tetapi sangat berkontribusi besar bagi kehidupan umat Islam bahkan dunia. Saintis Muslim terdahulu, hampir semua hafal Al-Qur’an. Katakanlah seperti Ibn Sina, Fakhrudin Ar-Razi, Ibn Khaldun dan lain sebagainya.

Artinya, membaca Al-Qur’an itu bisa bikin diri kita hebat. Jadi, bangunlah tradisi membaca Al-Qur’an dalam hari-hari kita. Sebab, kalau ada bacaan yang bisa menjamin kehidupan kita lebih baik dan pasti baik dunia-akhirat, itu ya hanya Al-Qur’an. So, lakukanlah.

Ketiga, Silaturrahim

Nah, ini perintah yang asyik banget. Silaturrahim, dalam bahasa keren sekarang bisa disebut dengan membangun jaringan (network). Kata Muhammad Assad dalam bukunya “Notes From Qatar 3” disebutkan ‘Your Network is Your Networth’.

Artinya apa, silaturrahim itu penting bahkan dahsyat. Baik untuk urusan dunia kita maupun akhirat. Pantas saja Nabi bersabda, “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR Bukhari).

Nah, makanya jangan salah. Islam itu luar biasa. Satu perintah silaturrahim saja bisa membuat hidup kita lebih dinamis, progressif dan tentu saja bermanfaat bagi sesama.

Keempat, Sedekah

Sedekah ini jangan diremehin loh. Semua orang yang sukses, merasakan betul manfaat dari sedekah ini. Maka sedekah ini harus kita latih setiap hari-hari. Kalau cerita Muhammad Assad, hidupnya semakin lebih baik semenjak dirinya selalu bersedekah. Maka kesimpulan dia satu, “Sedekah Membawa Berkah”. Lantas, bagaimana kalau ternyata kita pas-pasan saja. Tenang, sedekah tak mesti uang. Membantu teman yang kesulitan, itu sedekah. Senyum kepada sesama, itu sedekah. Jadi, banyak dan beragam bentuknya.

Kelima, Tahajud

Tahajud, ini sangat kita butuhkan. Selain akan mengangkat derajat kita di sisi Allah, doa kita pasti didengar. Selain itu, tahajud mengharuskan kita mengatur diri sedemikian rupa.

Contoh, kalau kita mau tahajud, sudah barang tentu kita harus tidur lebih awal. Untungnya apa? Kita tidak kehilangan waktu untuk nonton TV yang notabene kurang manfaat. Kemudian, kalau kita tahajud, sudah barang tentu tidak akan terlambat dalam kegiatan pagi dan siang.

Baca juga: Masya Allah, Inilah Kedahsyatan Istighfar 100 Kali Sehari Untuk Kehidupan Kita

Dan, yang terpenting nih, rasa percaya diri kita pasti meningkat. Karena waktu saat tahajud itu sangat tenang, udara juga sangat steril, sehingga bermanfaat banyak bagi kesehatan fisik kita.

Apabila, kita sebagai Muslim-Muslimah mampu mengamalkan lima hal ini dengan baik, setiap hari bahkan sepanjang hayat, insya Allah jiwa-raga kita akan senantiasas hidup dan terus menyala. Galau pergi, bete hilang, dan pikiran negatif minggat. Selamat membuktikan dan semoga berhasil. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber

Masya Allah, Inilah 7 Cara Menyembuhkan Sakit Yang Dianjurkan Dalam Islam

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Mukarramah). Selama 6 bulan praktek, tidak ada seorang pasienpun yang datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau temukan jawabannya, dari salah seorang muslim di sana :

Bila kami sakit,

Ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah

shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. In syaa Allaah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya. Kalau belum sembuh,

Ikhtiar ke-dua

Yaitu baca Al Fatihah/surat2 lain, tiupkan pada air dan minum. Dan insyaallah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri. Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan

Ikhtiar yg ke-tiga

Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In syaa Allah akan sembuh. Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh

Ikhtiar yg ke-empat

Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi ﺻﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa. Kalau belum sembuh juga, kami akan tempuh

Ikhtiar yg ke-lima

Yaitu minum madu dan habbatussauda’.

Ikhtiar yg ke-enam 

yaitu dengan mengonsumsi makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dan lain-lain, seperti disebut dalam Al Qur’an. Dan Alhamdulillah Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah.

Jika belum sembuh, baru kami Ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yg shalih.

In syaa Allah akan diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin

Wallaahu a’lam

Masya Allah, ada beberapa cara agar kita sembuh dari sakit sesuai kasih sayang Allah Swt, Namun tetaplah yg perlu kita sadari bahwa umur hanya Allah yang tahu. Semoga kita senantiasa diberikan kesembuhan oleh Allah dari segala penyakit kita, Aamiin yaa rabbal alaamiin

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber

Ini Dia 4 Cara Mengelola Keuangan ala Rasulullah

Urusan mengelola keuangan memang membutuhkan keahlian tersendiri. Tidak jarang diantara kita yang bergaji besar tetap harus merasa was-was diakhir bulan karena keuangan sudah menipis. Pendapatan perbulan hanya cukup memenuhi urusan konsumtif tanpa tersisa untuk investasi.

Akhirnya kerja keras setiap hari habis tidak bersisa sehingga kehidupan pun tidak mengalami perkembangan. Maka dai itu artikel ini akan membahas Empat rahasia Rasulullah SAW ini patut dijadikan teladan untuk mengelola keuangan anda.

Sebelum akhirnya menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW adalah wirausahawan yang sukses dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini didukung dengan kepiawaiannya mengelola uang. Lantas seperti apa rahasia Rasulullah tersebut?

Ketahui Apa Saja Pengeluaran Keuangan

Sejatinya uang merupakan salah satu ujian dari Allah yang nantinya harus dipertanggungjawabkan.  Untuk itu, umat Islam harus benar-benar mengetahui kemana saja uangnya dipergunakan. Buatlah skala prioritas kebutuhan yang penting dan tentunya tidak menyianyiakan hartanya selain untuk ketaatan kepada Allah SWT.

Keperluan konsumtif tentu saja diperhitungkan terlebih dahulu. Pasalnya keperluan ini adalah wajib demi bisa melangsungkan kehidupan. Namun untuk urusan yang satu ini, kita dilarang untuk berlebihan. Pasalnya kesenangan perut merupakan kenikmatan dunia yang akan banyak membawa kemudharatan jika dipergunakan secara berlebihan.

Dengan mengetahui prioritas keuangan, maka kita akan terhindar dari sifat menghambur-hamburkan harta.  Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

”Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.” (HR Tirmidzi). 

Bersedekah 

Ini berlaku untuk semua orang meski dengan penghasilan kecil ataupun besar. Pasalnya disetiap pendapatan yang kita dapatkan ada hak orang lain yang kita keluarkan. Uniknya meski dalam kondisi ekonomi terhimpit, memberikan harta dalam bentuk sedekah justru akan menambah harta.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. (Adz-Dzariyat : 19)

Katakanlah: “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya ”(QS. Saba:39).

Sabda Rasulullah SAW hadits Abu Rabsyah Al-An Maary: “Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan” (HR. Tirmidzi).

Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (yakni keluarkanlah zakatnya) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqoroh:267).

Seimbang Antara Pengeluaran dan Pemasukan

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya agar menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk hidup sederhana dan tidak boros. Namun juga tidak diperbolehka kikir terhadap diri sendiri dan keluarga.

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.  ” (QS. Al Furqan: 67).

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan,  (Qs. Al-Isra’: 26-27).

Tidak Menumpuk Harta

Manusia dihimbau untuk tidak menumpuk harta dan lebih banyak berbagai dengan orang lain. Terlebih jika ada kerabat atau rekan yang kesusahan, maka wajib bagi kita untuk membantu.Jika menahannya dengan tujuan untuk menumpuknya, maka tidak ada manfaatnya.Alternatif lain adalah dengan menyisikan  penghasilan atau uang Anda untuk modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai.

Wallahualam

Allah SWT berfirman dalam hadist qudsi “Hai anak Adam berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah (memberi gantinya) kepadamu”. (HR. Bukhari & Muslim) 

Nah itu dia 4 cara mengelola keuangan ala rasulullah, banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan kita. Intinya adalah kita dapat mengatur keuangan secara teratur dan tidak berlebih-lebihan.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber

Hukum-Hukum Seputar Nazar

Sebagian orang dengan mudahnya mengucapkan nadzar. Perlu diketahui, nadzar adalah bagian dari ibadah, bukan hanya sekadar ucapan tanpa konsekuensi apa-apa. Oleh karena itu penting untuk diketahui tentang hukum-hukum terkait nadzar. Dalam edisi ini, pembaca bisa menyimak hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan masalah nadzar.

Nadzar adalah ucapan seseorang yang mewajibkan kepada dirinya sendiri untuk melakukan suatu aktifitas ibadah yang hukum asalnya ibadah tersebut bukan merupakan kewajiban. Ucapan nadzar dan penunaiannya termasuk ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala saja.


Nadzar Termasuk Ibadah

Di antara dalil yang menunjukkan nadzar merupakan ibadah adalah firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an yang artinya, “Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insan :7)

Sisi pendalilan dari ayat ini yaitu ketika Allah memuji orang-orang yang menunaikan nadzar. Tidaklah Allah memuji kecuali pada perbuatan mengamalkan yang wajib dan sunnah atau meninggalkan suatu keharaman. Pujian Allah menunjukkan bahwa Allah mencintai dan meridhai perbuatan tersebut. Kesimpulannya, nadzar adalah termasuk ibadah yang harus ditujukan kepada Allah.

Selain itu Allah juga memerintahkan para hamba-Nya untuk menyempurnakan nadzar. Allah berfirman yang artinya, “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah)” (QS. Al Hajj : 29). Perintah untuk menyempurnakan nadzar menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah. (Lihat Al Qaulul Mufiid fii Syarh Kitabi At Tauhid)

Nadzar Untuk Selain Allah Adalah Syirik

Bahwa seorang yang melakukan nadzar dengan niat atau motivasi selain Allah, maka dirinya telah melakukan kesyirikan karena telah memalingkan ibadah kepada selain Allah. Barangsiapa yang memalingkannya kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik.

Macam-macam Nadzar

Ditinjau dari sebabnya, nadzar dibagi menjadi dua:

Nadzar mutlaq. Yaitu seseorang mewajibkan dirinya untuk melakukan ketaatan tanpa memberikan syarat tertentu. Contohnya, seseorang yang berkata: “Saya bernadzar untuk melakukan shalat malam selama  satu bulan”. Maka wajib baginya untuk melaksanakan shalat malam selama satu bulan.

Nadzar muqayyad. Yaitu seseorang mewajibkan dirinya untuk melakukan ketaatan jika permintaanya dikabulkan Allah. Contohnya, seseorang yang berkata: “Saya akan berpuasa selama satu bulan jika saya lulus ujian”. Maka wajib baginya untuk berpuasa selama satu bulan jika dia berhasil lulus ujian.

Nadzar muqayyad hukumnya makruh, bahkan sebagian ulama mengharamkannya. Alasannya, karena seorang yang bernadzar seperti ini seolah–olah tidak yakin bahwa Allah akan memenuhi keinginannya kecuali jika dia memberikan ganti dengan melakukan ibadah tertentu. Yang demikian ini merupakan buruk sangka terhadap Allah Ta’ala.

Hal ini juga menunjukkan kebakhilan seseorang, karena ketaatan/kebaikan asalnya dikerjakan dengan bersegera, namun seseorang yang bernadzar muqayyad mensyaratkan keinginannya terpenuhi terlebih dahulu untuk melakukan ketaatan tertentu. Perbuatan seperti tidak layak dilakukan oleh seorang muslim.

Hukum Menunaikan Nadzar

Seseorang yang sudah mengucapkan nadzar, hukum asalnya dia wajib menunaikan nadzarnya tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bernadzar untuk mentaati Allah, maka wajib mentaatinya. Akan tetapi barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah melakukan maksiat tersebiut“ (H.R Bukhari). Secara rinci, hukum menunaikan nadzar adalah sebagai berikut :

  • Jika nadzarnya berupa amalan ibadah atau ketaatan kepada Allah, maka wajib untuk menunaikan nadzar tersebut dan berdosa jika tidak melakukannya. Jika dia melanggar atau tidak menunaikannya maka wajib membayar kaffarah (denda).
  • Jika nadzarnya berupa aktifitas yang mubah dan bukan termasuk ibadah, maka dalam hal ini dia boleh memilih menunaikan nadzarnya atau membayar kaffarah.
  • Jika nadzarnya berupa aktifitas yang hukumnya makruh, hukumnya sama dengan nadzar dalam perkara yang mubah, yaitu boleh memilih antara menunaikannya atau membayar kaffarah. Nadzarnya tetap sah, namun wajib untuk membayar kaffarah.
  • Jika nadzarnya berupa perbuatan syirik, maka nadzarnya tidak sah dan dia tidak boleh menunaikannya. Tidak ada kewajiban untuk membayar kaffarah , namun pelakunya harus bertaubat karena telah berbuat syirik akbar. (Lihat dalam Mutiara Faidah Kitab Tauhid)

Jika Tidak Bisa Menunaikan Nadzar

Jika seseorang telah bernadzar, maka wajib hukumnya untuk menunaikannya. Jika dia tidak bisa menunaikannya, maka wajib membayar kaffarah (denda). Kaffarah nadzar sama dengan kaffarah sumpah, yaitu membebaskan seorang budak, memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian sepuluh orang msikin.

Jika tidak bisa melakukan ketiganya, maka dia harus berpuasa tiga hari. Allah Ta’ala berfirman tentang kaffarah sumpah yang artinya, “maka kaffarah (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffarahnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarah sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). “ (QS. Al Maidah : 89)

Nadzar Jangan Menjadi Kebiasaan

Perkara yang patut direnungkan oleh mereka yang sering bernadzar adalah hendaknya nadzar jangan dijadikan kebiasaan, walaupun berbentuk mutlak dan tidak dimaksudkan untuk mengharapkan ganti dari Allah Ta’ala, karena terkadang pelaku nadzar tidak mampu menunaikannya dengan sempurna dan dalam pelaksanaannya mengandung banyak kesalahan dan kekurangan, sehingga dirinya terjatuh dalam perbuatan dosa.

Wallahualam

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

source

Kata Kata Mutiara Bahasa Inggris Dan Artinya

Kumpulan ungkapan bijak berupa kata kata mutiara bahasa inggris sering menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas dan semangat hidup untuk sukses. Rangkaian kata dalam bahasa inggris itu selain kaya akan makna juga sangat inspiratif.

Ada banyak perkataan tokoh yang sangat terkenal, sebut saja William Shakespeare yang termuat dalam rangkaian indah kata kata mutiara bahasa inggris.

Sastrawan Inggris ini pernah berkata, “There is no darkness but ignorance”, bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya kegelapan melainkan lahir dari kebodohan.

Penggambaran yang sangat jelas dari Shakespeare, bahwa ketidaktahuan akan membawa manusia pada kegelapan baik dalam ilmu maupun moral.

Demikian salah satu kata kata mutiara bahasa Inggris, dan tentu masih banyak lagi yang akan kami muat dalam sajian berikut ini..let’s check this out

To practice patience, an enemy is the best teacher

Musuh akan menjadi guru terbaik saat kita ingin tahu seberapa besar kesabaran kita

My pride fell with my fortunes

Takdirlah yang akan menentukan kebanggan/kehormatanku

Always do your best, and let God do next

Lakukan yang terbaik dan serahkan sisanya kepada Tuhan. (Konsep ikhtiar dan tawakal dalam Islam)

When you lost your attitude you lost everything

Kamu akan kehilangan segalanya saat kamu tidak memiliki perangai yang baik

The empty tube makes the loudest sound

Tong kosong berbunyi nyaring

Identify your passion then design your future

Kenali bakatmu lalu bangun dan rancanglah masa depan

Look at the situation from all angles, and you will become more open

Kadang untuk menjadi terbuka kita harus melihat dari banyak sudut pandang

Many people are so poor because the only thing they have is money

Banyak orang yang benar-benar miskin, karena yang mereka miliki hanyalah uang

If you say that you never lied in life, then you actually are really lie

Jika ada yang mengatakan bahwa dia tidak pernah berbohong dalam hidup, maka ia sebenarnya sedang berbohong

By learning to obey we know to command

Dengan belajar tunduk sebenarnya kita sedang belajar memerintah

Action expresses priorities

Setiap tindakan menunjukan prioritas

Each one prays to God according to his own light

Setiap orang berdoa sesuai dengan jalan kebenaran dan keyakinanya masing-masing

Dreams will never work unless you do

Impian tidak akan pernah menjadi kenyataan jika kita tidak melakukan tindakan nyata

Work hard and stay humble then reach your goal

Bekerja keraslah dan rendah hati lalu raihlah tujuan hidup anda dengan penuh kehidmatan

The wise man will let his past to make him better not bitter

Orang yang bijak akan membiarkan masa lalu membuatnya lebih baik bukan lebih buruk

Follow your heart but take your brain with you

Kita memang harus mengikuti kata hati, tapi jangan sampai meninggalkan logika

Stand for what is right even if you are standing alone

Bela hal yang benar meski kita sendirian

The first reaction to truth is hatred

Kebencian adalah reaksi pertama atas kebenaran

Success begins at the moment you decide to be your self

Sukses bermula saat kamu memutuskan untuk menjadi diri sendiri

Magic is something you make

Keajaiban adalah sesuatu yang kamu ciptakan sendiri

Just because you can’t run doesn’t mean you can’t reach the goal

Hanya karena tidak bisa berlari bukan berarti kamu tidak bisa mencapai tempat tujuan

Remember that  every dark night is always followed by a beautiful morning

Ingatlah bahwa disetiap malam yang gelap pasti datang cahaya pagi yang indah

Respect yourself first so you will get the respect of others

Hargai diri sendiri jika ingin dihargai orang lain

The more we are grategful, the more happiness we get

Semakin kita bersyukur, maka akan semakin banyak kebahagiaan yang kita dapatkrran

Sekian kata kata mutiara bahasa inggris yang kami rangkum berserta artinya, semoga bisa menjadi pelengkap dalam rangka motivasi dan perbaikan diri.

Do not consider ourselves not able to before trying, learning, and practice“, Jangan pernah beranggapan bahwa diri kita tidak mampu, sebelum kita mencoba, belajar dan berberlatih. Untuk melengkapi, Anda juga bisa membaca kata kata sukses inspiratif yang telah kami sajikan sebelumnya