Bayi Berkepala 2 Tak Akan Dipisah


JOGJA– RSUP Dr Sardjito, saat ini tengah merawat bayi satu badan, berkepala dua, asal Purwasari, Wanareja, Cilacap. Bayi yang merupakan putra dari pasangan Usman (36) dan Munjiah (27), tersebut lahir pada Rabu (26/6)  melalui operasi caesar, di RS Duta Mulya Majenang Cilacap.

Trisno Heru Nugroho, Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Dr Sardjito menjelaskan pihak rumah sakit menerima bayi tersebut untuk dirawat, pada Kamis (27/6) pukul 18.22 WIB. Bayi didiagnosa mengalami paraphagus discephalus on joined twins. “Saat ini bayi tersebut dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) guna pemulihan kondisi kesehatan. Karena, dia sempat mengalami penurunan berat badan, “ jelasnya.

Menurut Heru, berdasarkan rekam medik, bayi tersebut lahir dengan berat 4,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Namun, saat tiba di RSUP Dr Sardjito, beratnya turun menjadi 3,886 kilogram. Diakuinya, meskipun RSUP Dr Sardjito, sudah beberapa kali menerima kiriman bayi kembar siam, tetapi baru pertama kali menerima bayi berbadan satu dengan dua kepala.

“Karena hingga kini masih dirawat di NICU, dipastikan biayanya akan sangat mahal, yakni antara Rp 500.000 hingga Rp3,5 juta perhari, tergantung penanganannya,” terangnya.

Dia melanjutkan, bayi ini sengaja langsung dibawa ke ruang NICU, dikarenakan khawatir masih rentan terjadi infeksi akibat kondisinya yang abnormal. Untung saja, kedua orangtua si bayi mengikuti program Jampersal (Jaminan Persalinan) sehingga semua pembiayaan medis akan ditanggung pemerintah, sampai bayi berusia 28 hari.

Heru menuturkan, hingga hari ketiga setelah dilahirkan, kondisi bayi tersebut bagus dan stabil. Secara tampak mata, bayi tersebut memang layaknya satu tubuh manusia dengan kepala dua. Untuk pemeriksaan organ dalam sendiri, belum dilakukan sehingga belum diketahui apakah ada organ dalam yang kembar atau tidak.

“Pemeriksaan total belum dilakukan, karena saat ini sedang direncanakan pembentukkan tim dokter yang akan menangani bayi ini. Penanganan selanjutnya pun tentu belum akan diputuskan. Namun yang terpenting saat ini ialah membuat kondisi kesehatan bayi ini tetap stabil,” imbuhnya.

Meski belum ditangani untuk tingkat lanjutan, menurut Heru, bayi tersebut telah mendapat penanganan awal yakni dengan dilakukan pemasangan oksigen kanal 1 liter permenit, infus D10 dan NGT yang pemasangan selang untuk memasukkan cairan pengganti ASI melalui hidung hingga lambung.

“Pemasangan NGT hanya dilakukan pada kepala kiri dikarenakan respons telannya agak lamban dibanding kepala kanan. Untuk pemisahan kepala, RSUP Dr Sardjito tidak mungkin melakukanya. Karena, badannya hanya satu. Pemisahan biasanya dilakukan bila badan dan kepala ada dua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s