Bayi Yang Lahir Berkepala Dua Ternyata Punya Dua Roh Juga !!!


Hasil penelitian para ahli selama ratusan tahun tentang manusia berkepala dua
atau berkepala tiga membuktikan bahwa mahluk ini juga memiliki dua atau tiga
roh. Diabad ke-17 para pendeta berbagai agama kecuali Islam telah melakukan
berbagai perdebatan yang tidak mencapai kesepakatan yang sama. Ada aliran agama
yang percaya bahwa berkepala dua memiliki juga dua roh, tapi juga banyak yang
tidak percaya dengan alasannya masing2 yang tak satupun bisa dibuktikan atau
dibenarkan dengan analisis ilmiah.

1783-Bayi laki2 berkepala dua lahir di Bengali (India).
1811-Bayi wanita berkepala dua Chang dan Eng di Amerika Selatan.
1990-Bayi kepala dua Abigail & Britanny lahir di Minessota Amerika.
2000-Bayi kepala dua Ayse & Sema lahir di Turki.
2003-Rebecca dan Martinez berkepala dua di Republik Dominika.
2003-Juni, Bayi kepala dua Huda & Manal lahir di Mesir.
2003-August, Sohna & Mohna dua kepala satu badan lahir di India.
2004-Manar dan Maged bayi kepala dua di Mesir.
2006-Syafitri berkepala dua lahir di Indonesia.
2007-Grace & Divine dua kepala lahir di Filipina.
2008-Vinod dan Sushma
2008-Bayi Kiron lahir berkepala dua di Bangladesh.
2009-Bayi Kepala dua di Indonesia.
2011-Kepala dua di Brazil.

Masih banyak lagi bayi berkepala dua dilahirkan diberbagai sudut dunia ini yang
dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan. Namun satu hal disini yang penting bagi
siapapun yang percaya bahwa “roh itu ada”.

Kejadian bayi berkepala dua membuktikan bahwa dalam satu badan ada dua roh,
celakanya pendapat ini bertentangan dengan kepercayaan semua agama yang percaya
bahwa Tuhan sang pencipta itu adil, ternyata Tuhan itu tidak adil.

Ternyata, bayi perempuan yang berkepala dua memiliki juga dua uterus (kandungan)
tapi hanya memiliki satu vagina yang di “share” oleh keduanya. Dari penelitian
membuktikan perempuan ini bisa melakukan sex sendiri2 dengan orgasme juga
sendiri2 tapi menggunakan vagina yang sama.

Akibat religius dari kenyataan ini, berarti setiap kepala yang menikmati sex
telah melakukan “zinah”. Kalo satu kepala saja yang berzinah dengan meminjam
vagina yang sama, maka siapa yang harus dianggap berdosa ???

Namakanlah satu kepala bernama “Cang”, dan kepala yang lain bernama “Ceng”.
Apabila Ceng melakukan hubungan senggama, maka Cang tidak ikut menikmatinya
meskipun menggunakan vagina yang sama. Demikian juga apabila Cang melakukan
hubungan senggama, maka Ceng tidak ikut menikmatinya.

Lalu apabila hanya Cang yang melakukan senggama, maka hanya Cang saja harusnya
yang harus dihukum rajam, ternyata hal ini melanggar peri keadilan karena Ceng
juga ikut dihukum rajam meskipun tidak ikut melakukan zinah ini.

Bagi muslimin dan bagi ulama2 Islam, kejadian ini membingungkan tidak ada
hukumnya yang berkeadilan dalam kasus ini. Salah seorang ulama mencari
gampangnya saja, “biarlah keduanya dibunuh saja” karena manusia berkepala dua
sudah merupakan dosa bukan ciptaan Tuhan melainkan setan.

Tapi bagi ulama lainnya akan menentang anggapan ini karena anggapan ini
merupakan penodaan terhadap agama Islam yang percaya akan kebesaran, kekuasaan
dan keadilan Allah. Hal ini dianggapnya bertentangan dengan akidah Islamnya.

Nantinya diakhirat pun Allah kebungungan, siapa yang harus dihukum, apakah
karena manusia berkepala dua maka rohnya juga berkepala dua ???

Jawab-nya pasti, roh tidak punya kepala, roh tidak punya badan, roh tidak punya
otak, roh tidak punya nafsu, roh tidak punya perasaan, roh tidak punya
persyarafan, roh tidak bisa menikmati sakitnya api neraka, tidak pernah bisa
menikmati panasnya api neraka, tidak pernah bisa menikmati sorga dengan
bidadari2 perawannya, dan para ahli telah memastikan bahwa orang mati tidak
punya roh. Roh itu bisa dibuktikan sejak ratusan tahun yang lalu dengan teknik
“Psikoanalisa” yang diciptakan oleh Sigmund Freud yang dinobatkan dengan Hadiah
Nobel sebagai BAPAK ILMU JIWA.

Kalo orang mati tidak punya roh, maka tidak ada yang harus dipertanggung
jawabkan oleh orang mati tadi di sorga atau di neraka.

Kesimpulannya juga pasti, roh itu tidak ada, sorga itu tidak ada, dan neraka itu
juga tidak ada.

Yang ada hanyalah perbuatan sesama muslimin yang membunuhi satu sama lainnya,
membunuhi umat Ahmadiah, membunuhi umat Shia untuk akidah yang diturunkan oleh
Allah yang tidak pernah ada !!!!

Yang menjadi problematika dalam kepercayaan agama Islam, bukan masalah ada atau
tidak ada, juga bukan masalah benar atau salah, juga bukan masalah percaya atau
tidak percaya, karena semuanya ini bukanlah masalah. MASALAHNYA adalah
menghukum seseorang yang dianggapnya bersalah, menyiksa seseorang yang dianggap
bersalah hanya karena mereka si penegak hukum Syariah percaya akan ajaran yang
salah ini.

Anda tidak salah kalo hanya percaya hal2 yang salah, tapi anda jadi bersalah
karena menghukum seseorang karena anda percaya hal2 yang salah ini.

Renungkanlah, dengan HAM kita bisa menghindari perbuatan yang salah dan
menyelamatkan mereka yang jadi korban2 perbuatan umat yang percaya agama yang
salah.

Itulah sebabnya, dunia kita sekarang menegakkan hukum dan keadilan dengan
rujukan HAM bukan Syariah Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s