Tips Ketika Si Kecil Berkata Kasar


Tips Ketika Si Kecil Berkata Kasar

Ilustrasi

“Sstt..tidak boleh bicara kasar seperti itu!” Mungkin itu respon pertama yang kita berikan ketika mendapati si kecil berkata yang tidak pantas. Tidak dapat dihindarkan bahwa anak akan mengambil kebiasaan berbicara yang kurang dapat diterima saat mereka bergaul dengan kawan-kawannya. Karena anak-anak kita adalah seorang peniru ulung. Dan komunikasi adalah salah satu hal yang menular. Bagaimana orangtua menangani permasalahan ini?

Ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk mengatasi hal seperti ini;

  1. Mengubah momen tersebut menjadi momen belajar. Ketika kita mendengar kata-kata kasar terlontar dari mulut anak kita, segera cut pembicaraannya, jika kondisi memungkinkan, tanya maksudnya baik-baik. Karena kadang anak tidak mengerti apa yang mereka ucapkan, sekedar meniru saja. Tapi jika hal ini sudah berulang dan anak faham bahwa kata-kata kasar itu dimaksudkan untuk mencela orang lain, segera perangi perangai buruk itu dengan mengubah momen itu menjadi suatu momen untuk belajar tentang perasaan, tanyakan padanya: “Apakah Abang senang kalau orang lain bicara seperti itu, enak tidak didengarnya? Bagaimana perasaan Abang ketika orang lain bicara kasar pada Abang? Abang sukanya kalau orang lain bicara seperti apa pada Abang?”
  2. Gunakan konsep “kita” dan “identitas yang melekat padanya”. Misalkan, “Sebagai muslim kita selalu bicara yang sopan.” Atau “Eitss, anak sholih berkata ah..saaan…” Ini dimaksudkan agar anak belajar bahwa cara berkomunikasi seperti itu bukan norma dan tidak dapat ditoleransi dalam identitas yang melekat padanya.
  3. Orangtua teladan yang paling utama. Orangtua harus menjadi teladan lebih dulu untuk berbicara yang baik. Menjadi hal yang mustahil, jika kita mempraktikkan dua hal diatas kepada anak, namun teladan kita mengejawantahkan sebaliknya. Orangtua adalah orang-orang terdekat dalam lingkungan anaknya sehingga teladan orangtua adalah hal yang paling membekas dalam jiwa anak-anak. Jika hubungan antara anak dan orangtua terbangun dengan baik, seringkali kita dapati pengaruh-pengaruh buruk lingkungan luar sangat mudah terhapus dari benak anak ketika anak melihat teladan orangtuanya.
  4. Ajarkan anak berdoa memohon karunia hikmah kepada Allah. Dalam Alquran Surat Asyu’ara ayat 83-85 disebutkan bahwa Nabi Ibrahim berdoa, “Rabbi habli hukma wa alhiqni bish shalihin waj ‘alni lisanan shidqin fil akhirin waj’alni miw warasatil jannatinna’im. Ya Rabb, karuniakanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang shalih, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi (orang-orang) yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan.

(esqiel/muslimahzone.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s