Google Diperintahkan Cabut Video Penghina Islam di Youtube


ejumlah massa melakukan unjuk rasa menentang film

Pengadilan di Amerika Serikat memerintahkan Google untuk segera menarik penayangan film penghina Islam “The Innocence of Muslims” dari Youtube. Film ini sendiri tahun 2012 lalu sempat memicu demonstrasi berujung kekerasan di berbagai negara.

Diberitakan CNN, perintah tersebut dikeluarkan Pengadilan Banding Sirkuit Ke-9 Amerika Serikat pada Rabu, 26 Februari 2014. Surat perintah ini dikeluarkan menyusul gugatan yang dilayangkan oleh Cindy Lee Garcia, salah satu aktris dalam film yang diproduseri salah satunya oleh Nakoula Basseley Nakoula tersebut.

Dalam gugatannya, Garcia mengaku ditipu. Sebelumnya dia dikatakan akan memainkan sebuah tokoh di film berjudul “Ksatria Gurun”, dan menerima sekitar US$500 (Rp5,8 juta) untuk syuting selama tiga hari. Namun nyatanya, dia memainkan film yang menghina Nabi Muhammad shallalahu alaihi wassalam dan percakapannya dialih suara.

“Garcia ditipu untuk melakukan aksi artistik yang digunakan dengan cara yang tidak diberitahukan padanya. Keterlibatannya yang tidak sengaja dan tidak diinginkan dalam ‘Innocence of Muslims’ telah mengancam jiwanya,” kata hakim Alex Kozinski.

Pengadilan memutuskan bahwa penipuan ini adalah pelanggaran hak cipta terhadap penampilannya. Namun, Google sebagai pemilik Youtube membantahnya dan akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut.

“Kami sangat tidak setuju atas keputusan ini dan akan memperjuangkannya,” tulis Google.

Trailer film murahan yang pertama kali muncul di Youtube pada Juli 2012 ini memicu demonstrasi berujung kekerasan di negara-negara mayoritas Muslim di Timur Tengah, Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Kemarahan umat Muslim sedikit mereda setelah Nakoula ditahan pada 27 September 2012.

Namun penahanannya bukan karena pembuatan film tersebut. Nakoula dianggap telah melanggar pembebasan bersyaratnya atas penipuan bank pada 2010.

Garcia sebagai salah satu aktris yang terlibat dalam pembuatan turut terkena getahnya. Ulama radikal di Mesir memerintahkan siapapun yang ada dalam film itu untuk dihukum bunuh. Akibatnya, Garcia kerap menerima ancaman pembunuhan dari orang tidak dikenal.

VIVAnews 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s