Kebiasaan Sikat Gigi Setelah Bangun Tidur Salah Kaprah


Kebiasaan Sikat Gigi Setelah Bangun Tidur Salah Kaprah
Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi.
Potongan lirik lagu anak-anak tersebut tampaknya harus segera dimodifikasi. Pasalnya, ada informasi yang kurang tepat disampaikan di dalam lirik tersebut.
Sebagian besar orang Indonesia disinyalir kurang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sementara, ada juga yang sudah memiliki kesadaran namun sayangnya belum menerapkan perawatan yang tepat. Salah satu contohnya, kebiasaan menyikat gigi setelah bangun tidur seperti diajarkan lagu di atas.
Prof Melanie Sadono Djamil mengungkapkan, menyikat gigi di pagi hari baiknya dilakukan setelah sarapan pagi, bukan setelah bangun tidur.
“Perlu disosialisasikan bahwa sikat gigi yang benar dan baik itu setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur,” kata Melanie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Selain itu, sebagian orang juga lebih rajin menyikat gigi lebih dari dua kali sehari, misalnya setiap selepas makan. Namun ternyata, langsung menyikat gigi atau berkumur selepas makan juga perlu dihindari.
“Sikat gigi itu 15 atau 20 menit setelah makan. Berikan kesempatan kepada saliva (air liur) untuk membantu proses pencernaan karena alfa amilase dan enzim lainnya dilepaskan setelah makan,” kata Melanie.
Dia memaparkan, bagaimanapun zat-zat kimia yang terkandung dalam pasta gigi atau obat kumur (mouthwash) dapat mencegah bekerjanya enzim-enzim pembantu tahap awal pencernaan yang dilepaskan di dalam rongga mulut.
“Perhatikan juga waktu berkumur, berkumurlah setelah rongga mulut cukup bersih. Berkumur dapat membantu mengeliminasi bakteri-bakteri yang tersisa setelah menyikat gigi,” katanya menambahkan.
Berkumur menggunakan larutan kumur dapat melepaskan sisa-sisa kotoran yang tidak terjangkau sikat gigi, termasuk di antaranya biofilm (lapisan tipis sekumpulan bakteri yang menempel di sela-sela gigi). Meski demikian, berkumur juga tidak baik jika dilakukan terlalu sering.
“Mouthwash itu untuk kesegaran dan cegah bakteri. Jadi, saya rasa dua kali sehari sudah paling tepat, sudah cukup bijaksana,” ujar Melanie menyarankan.
Sedangkan, bagi anak-anak, menyikat gigi menggunakan pasta gigi dan obat kumur baiknya diajarkan setelah anak cukup dewasa, yaitu umumnya di atas umur enam tahun.
“Yang penting anak-anak sudah bisa berkumur dan meludah, agar jangan ditelan,” tandas dokter gigi yang merupakan Ketua Divisi Pendidikan dan Litbang PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s