Keunikan-keunikan bahasa Arab (6)


Memiliki ungkapan yang teliti dan lengkap

Contohnya dalam ungkapan waktu,

Dazur [درور] Waktu mula-mula timbul matahari di waktu pagi
Buzugh [بزوغ ] Waktu mula timbul matahari selepas waktu dazur
Dhuha[ضُحى ] Waktu mula terasa bahang panas matahari
Ghazalah [غزالة ] Waktu matahari mula naik selepas waktu dhuha
Hajirah [حاجرة ] Waktu tengah hari yang mula terasa kepanasan
Dzuhr [ظهر ] Waktu tengah hari matahari mulai naik menegak
Zawal [زوال ] Waktu matahari berada tegak di atas kepala
-‘Ashr [عصر ] Waktu siang mula berakhir matahari kemerah-merahan
-‘Ashil [عصيل ] Waktu matahari mulai condong ke arah barat
Shabub [صبوب ] Waktu matahari semakin menghilang
Ghurub [غروب] Waktu matahari mula terbenam
Khadur [خدور ] Waktu matahari hilang dari pandangan atau gelap. 

Begitu juga dengan ungkapan suara hewan, maka ada pengungkapannya satu-persatu dan hanya bahasa Arab yang paling lengkap,

Shahil صهيل Suara kebiasaan kuda mendempik
Hamhamah حمحمة Suara kuda mendengus
Syahij شحيج Suara baghal
Rugha’ رغاء Suara kebiasaan unta
Hanin حنين Suara unta memanggil anaknya
Anin أنين Suara unta menahan bebanan yang dibawa
Hadir هدير Suara unta bernafas (bunyi nafas keluar masuk)
Shorif صريف Suara geseran gigi unta
Huar حوار Suara lembu
Ma’ma’ah مأمأة Suara kambing mengembek
Yu’ar يعار Suara kibas mengembek
Tugha’ ثغاء Suara biri-biri mengembek
Za’ir زئير Suara singa mengaum
Zamjarah زمجرة Suara singa mendengus secara berulang-ulang kali
Tazamjar تزمجر Suara harimau mengaum
Kharkhawah خرخوة Suara harimau mendengkur ketika tidur
-‘Uwa’ عواء Suara serigala menyalak memanjang
Nahim نحيم Suara harimau kumbang
Quba’ قباء Suara khinzir (babi)
Nubah نباح Suara anjing menyalak
Muwa’ مواء Suara kucing mengiau
Kharkharah خرخرة Suara kucing mendengkur ketika tidur
Ghas غسٌ Suara kucing mengerang karena sakit
Nahiq نهيق Suara keldai
Bu’am بعام Suara kijang
Nazab نزاب Suara khusus bagi kijang jantan sahaja
-‘Irar عرار Suara burung unta jantan
Zimar زمار Suara burung unta betina
Fahir فحير Suara dhab sahaja
Kasyisy كشيش Suara biawak
Karkarah كركرة Suara ayam (jantan atau betina)
Shada صدى Suara burung hantu
Dandanah دندنة Suara lebah.

Begitu lengkap dan telitinya, sehingga dalam merinci atau menjelaskan sesuatu bahasa Arab bisa menjelaskanya serinci-rincinya. Contohnya tingkatan cinta yang sangat rinci oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam kitab Madarijus Salikin,

[فصل في مراتب المحبة]

أولها: العلاقة، وسميت علاقة لتعلق القلب بالمحبوب

الثانية: الإرادة، وهي ميل القلب إلى محبوبه وطلبه له.

الثالثة: الصبابة، وهي انصباب القلب إليه. بحيث لا يملكه صاحبه. كانصباب الماء في الحدور.

الرابعة: الغرام وهو الحب اللازم للقلب، الذي لا يفارقه. بل يلازمه كملازمة الغريم لغريمه. ومنه سمي عذاب النار غراما للزومه لأهله. وعدم مفارقته لهم

الخامسة: الوداد وهو صفو المحبة، مراتبها عشرة وخالصها ولبها، والودود من أسماء الرب تعالى.

السادسة: الشغف يقال: شغف بكذا. فهو مشغوف به. وقد شغفه المحبوب. أي وصل حبه إلى شغاف قلبه

السابعة: العشق وهو الحب المفرط الذي يخاف على صاحبه منه

الثامنة: التتيم وهو التعبد، والتذلل. يقال: تيمه الحب أي ذلله وعبده. وتيم الله: عبد الله. وبينه وبين اليتم

التاسعة: التعبد وهو فوق التتيم. فإن العبد هو الذي قد ملك المحبوب رقه فلم يبق له شيء من نفسه ألبتة. بل كله عبد لمحبوبه ظاهرا وباطنا. وهذا هو حقيقة العبودية. ومن كمل ذلك فقد كمل مرتبتها.

العاشرة: مرتبة الخلة التي انفرد بها الخليلان – إبراهيم ومحمد صلى الله عليهما وسلم

Tingkatan cinta:

  1. Al ‘alaqah (hubungan/ikatan). Dinamakan hubungan/ikatan karena keterikatan hati kepada yang dicinta.
  2. Al iradah (kehendak/keinginan). Ini adalah kecondongan hati kepada yang di cinta dan berusaha untuk mencari/menjumpai yang dicinta.
  3. Ash-shobabah (kerinduan). Adalah kerinduan hati kepada yang dicinta, dimana kerinduan ini timbul secara alami & diri tidak dapat mengaturnya, sebagaimana tetesan air di tempat yang melandai.
  4. Al gharaam (kerinduan yang menyala-nyala). Adalah cinta yang selalu ada didalam hati, tidak pernah keluar dari dalamnya, & selalu menyertai hati. Maka abzab neraka dikatakan gharaaman[1] karena senantiasa setia dengan penghuninya, tidak pernah melepasnya.
  5. Al wadaad (kasih sayang). Adalah kelembutan cinta, inti cinta dan kemurniaanya, dan Al waduud termasuk dari nama-nama Allah yang maha tinggi.
  6. Assyaghof (cinta yang meluap-luap). Yaitu sangat mencintainya dan dibuat sangat senang [bercampur penderitaan]. Sangat mencintai yang di cinta (yaitu cintanya telah masuk ke dalam relung hati & sanubari)
  7. Al ‘isyq (cinta yang sangat). Adalah cinta yang yang teramat sangat/ terlalu berlebihan, dikhawatirkan [terjadi sesuatu yang kurang baik] terhadap pelakunya.
  8.  At tatayyum (penghambaan) yaitu merendahkan diri. Dikatakan cinta telah menghambakannya, dan taimullah berarti juga ‘abdullah (hamba Allah).
  9. At ta’abbud (peribadahan). Tingkat ini di atas at tatayyum/penghambaan. Karena sesungguhnya diri hamba adalah totalitas milik sang kekasih (Rabb), tak tersisa sedikitpun dari dirinya, baik lahir maupun batin, semua milik sang kekasih. Dan ini adalah hakikat peribadahan, barang siapa telah menyempurnakan sifat ini, maka telah sempurna cintanya
  10. Al Khullah (Kekasih). Cinta ini hanya dimiliki oleh dua khalil (kekasih), yaitu Ibrahim ‘alaihis salam dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

[lihat lengkapnya di Madarijus Saalikiin baina manaazili iyyaka na’budu wa iyya kanasta’in 3/29-32, , Darul Kutub Al ‘Arobiy, Beirut, cet. Ke-3, 1416 H, Asy Syamilah]

Masih ingin tahu keunikan-keunikan lain dari bahasa arab? Tunggu kelanjutannya, insya Allah…

Penyusun :

Ust. dr. Raehanul Bahraen (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s